
Bantuan meliputi tiga ambulans air, lima ketinting, speedboat bermesin 40 PK hingga peralatan pendukung untuk memudahkan tenaga kesehatan menjangkau masyarakat di distrik terpencil pasca insiden keamanan.
Pertemuan Gubernur dengan Nakes (Foto: IPS)
Tanah Merah – Pelayanan kesehatan di sejumlah distrik pedalaman Kabupaten Boven Digoel sempat terganggu setelah tenaga kesehatan (nakes) mengungsi akibat insiden penembakan terhadap pilot dan co-pilot beberapa waktu lalu. Untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan menyiapkan berbagai bantuan sarana transportasi air dan peralatan pendukung bagi tenaga kesehatan.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat bertemu langsung dengan tenaga kesehatan dari Distrik Yaniruma, Kombai, Manggelum, dan Kiriwange di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Minggu (8/3/2026).
Pertemuan yang digelar di salah satu kafe di Tanah Merah itu berlangsung dalam bentuk dialog terbuka. Gubernur mendengarkan langsung kondisi yang dialami para tenaga kesehatan setelah mereka meninggalkan tempat tugas di distrik masing-masing demi keselamatan.
Para nakes menyampaikan bahwa selain persoalan keamanan, mereka juga menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas di wilayah pedalaman. Di antaranya minimnya sarana transportasi untuk pelayanan kesehatan keliling, keterbatasan listrik, sulitnya akses jalan dan transportasi udara, hingga kurangnya sarana penunjang seperti komputer.
Menanggapi hal tersebut, Apolo Safanpo menegaskan pemerintah provinsi akan membantu kebutuhan dasar yang mendukung mobilitas pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.
“Ibu Kadis nanti disiapkan ya, kita mungkin sesuai dengan jumlah anak nakes kita yang ada di sini,” ujar Apolo.
Ia menjelaskan, salah satu bantuan yang disiapkan adalah tiga unit ambulans air berbahan fiber untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah yang akses transportasinya melalui sungai.
“Yang kedua yang bisa kita bantu ini ada ambulans air, fiber. Kita punya yang ada siap saat ini ada tiga unit,” katanya.
Menurutnya, ambulans air tersebut dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan di wilayah perairan dan distrik-distrik yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai.
“ Jadi nanti dokter-dokter di sini tolong dibantu menggunakan tiga unit ambulans fiber untuk pelayanan kesehatan di wilayah perairan dan sepanjang jalur sungai,” jelasnya.
Penentuan lokasi prioritas penggunaan ambulans air tersebut akan dikoordinasikan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel.
“Di mana yang paling prioritas nanti tolong dikomunikasikan dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Boven Digoel,” ujarnya.
Selain ambulans air, pemerintah provinsi juga akan membantu lima unit perahu ketinting untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan menjangkau kampung-kampung di distrik terpencil.
“Kemudian yang bisa kita bantu juga ketinting. Kita bantu lima unit ya ketinting,” kata Apolo.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan satu unit speedboat bermesin 40 PK yang saat ini masih tersedia di gudang pemerintah daerah.
“Tinggal satu di gudang, di sini 40 PK, tapi body-nya itu habis. Kalau kita mau di-speed masih ada, nanti kita pesan lagi,” ujarnya.
Gubernur juga membuka kemungkinan penambahan sarana transportasi air tersebut melalui APBD Perubahan, agar dukungan terhadap pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman dapat terus ditingkatkan.
“Nanti yang lebihnya kita mungkin pesan lagi, Pak Ketua, kalau bisa kita kawal di APBD perubahan nanti,” kata Apolo.
Selain sarana transportasi, pemerintah provinsi juga akan membantu lima unit mesin gergaji kayu (chainsaw) untuk mendukung kebutuhan masyarakat di distrik-distrik pedalaman.
“Jadi kita kasih mesin sensor. kita bantu lima unit,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar penggunaan peralatan tersebut dilakukan secara hati-hati karena berpotensi membahayakan jika tidak digunakan dengan benar.
“Tapi hati-hati karena kadang-kadang bisa membahayakan keselamatan kita sendiri dan keselamatan orang lain,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta C.H. Rahangiar, MARS, mengatakan para tenaga kesehatan pada prinsipnya siap kembali bertugas apabila ada jaminan keamanan dari pemerintah.
“Petugas kesehatan siap kembali ke tempat tugas jika ada kepastian terkait keamanan dan keselamatan mereka saat menjalankan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Gubernur Apolo Safanpo juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para tenaga kesehatan yang terdampak sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi mereka. (*)