
Anak muda bisa berkarya dan memimpin di berbagai level pemerintahan maupun organisasi. Karena itu, saya mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi dan mengambil bagian dalam politik
Kader muda partai golkar yang hadir dalam musda (Foto: IPS)
Merauke, 7 November 2025 — Ketua DPD I Partai Golkar Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses politik, tetapi ikut mengambil peran aktif membangun masa depan Papua Selatan melalui Partai Golkar.
“Anak muda bisa berkarya dan memimpin di berbagai level pemerintahan maupun organisasi. Karena itu, saya mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi dan mengambil bagian dalam politik,” ujar Apolo Safanpo usai terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Papua Selatan dalam Musyawarah Daerah II di Merauke, Jumat (7/11/2025).
Apolo mencontohkan sejumlah pemimpin muda dunia yang sukses memimpin di usia relatif muda, mulai dari Emmanuel Macron di Prancis, Justin Trudeau di Kanada, Kim Jong Un di Korea Utara, hingga Raja Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck, yang naik takhta pada usia 26 tahun.
“Dunia sudah menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, tetapi oleh kemauan untuk belajar dan melayani,” katanya.
Menurutnya, Partai Golkar merupakan ruang belajar yang lengkap bagi anak muda untuk mengasah kepemimpinan, organisasi, dan manajemen sumber daya.
“Golkar ini seperti universitas besar, laboratorium untuk belajar mengorganisir orang, barang, dan jasa, termasuk sumber daya alam yang Tuhan percayakan kepada kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, partai politik bukan sekadar tempat berkompetisi, tetapi wadah untuk menempa diri menjadi pemimpin masa depan.
“Dengan terlibat aktif, anak muda bisa melatih diri memimpin dari komunitas kecil hingga skala yang lebih besar,” tambahnya.
Selain mendorong regenerasi kader, Apolo juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan solidaritas lintas generasi.
“Kita harus menambah kawan, menambah teman. Bukan berarti meninggalkan yang lama, tapi memperluas jaringan agar kita bisa bersama-sama membangun daerah yang luas ini,” ujarnya.
Apolo menutup dengan pesan bahwa membangun Papua Selatan membutuhkan kebersamaan dan semangat kolektif dari semua elemen, termasuk generasi muda.
“Wilayah yang luas ini tidak bisa dibangun sendiri. Kita butuh semua pihak, termasuk anak-anak muda Papua Selatan yang berani bermimpi dan bertindak,” tegasnya. (LBS)