
Sampai akhir 2027–2028, semua kampung di Papua Selatan akan kita pasangi listrik agar anak-anak bisa belajar dengan baik
Ketua DPP Partai Golkar memberikan arahan (Foto: IPS)
Merauke — Ketua DPP Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, berjanji memastikan seluruh kampung di Provinsi Papua Selatan akan teraliri listrik paling lambat akhir tahun 2028.
Komitmen itu ia sampaikan dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) II Partai Golkar Papua Selatan di Merauke, Jumat (7/11/2025).
“Sampai akhir 2027–2028, semua kampung di Papua Selatan akan kita pasangi listrik agar anak-anak bisa belajar dengan baik,” ujar Bahlil di hadapan kader dan tamu undangan yang memenuhi ballroom Swiss-Belhotel Merauke.
Bahlil menegaskan, pemerataan listrik bukan sekadar program teknis, tetapi bagian dari perjuangan keadilan pembangunan di Tanah Papua.
Ia menceritakan pengalamannya lahir dan tumbuh di kampung terpencil yang dulu tak tersentuh listrik.
“Saya lahir di kampung yang tidak punya listrik, sekolah pagi-pagi pakai obor, jalan kaki empat kilometer pergi dan pulang. Kami tidak tahu televisi karena listrik tidak ada. Saya tidak ingin generasi setelah saya merasakan penderitaan itu lagi,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang.
Sebagai Menteri ESDM, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan tambahan anggaran dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas program listrik desa di wilayah 3T (terluar, terpencil, tertinggal), termasuk Papua Selatan.
“Saya minta izin kepada Bapak Presiden untuk menambah anggaran pembangunan listrik desa di daerah 3T. Alhamdulillah, beliau setuju. Dan sebagian besar alokasi itu saya arahkan untuk Papua Selatan,” jelasnya.
Bahlil menyebut, tim dari Kementerian ESDM akan turun langsung ke lapangan bersama PLN pada tahun 2026 untuk mempercepat elektrifikasi.
Bagi wilayah yang belum bisa dijangkau jaringan PLN, akan digunakan solar panel (solar cell) agar seluruh kampung dapat menikmati penerangan layak.
Bahlil menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran pengurus DPP Golkar di Merauke lengkap dengan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum bukan sekadar konsolidasi politik, melainkan bentuk komitmen nyata Golkar terhadap daerah-daerah perbatasan.
“Mungkin belum ada partai lain yang datang membawa Ketua Umum, Sekjen, dan Bendahara ke Papua Selatan sekaligus. Kami datang bukan untuk seremonial, tapi untuk menegaskan bahwa Golkar lahir untuk menjaga NKRI dan melayani rakyat dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyerahkan beasiswa pendidikan hingga lulus kuliah kepada penari dan anggota paskibra yang tampil dalam acara pembukaan Musda, sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda Papua Selatan.
Menutup sambutannya, Bahlil menyebut Papua Selatan adalah masa depan bangsa Indonesia.
Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar di bidang ketahanan energi dan pangan, serta menjadi simbol persaudaraan lintas suku dan agama di Tanah Air.
“Kami percaya, Papua Selatan dan Merauke adalah masa depan Indonesia. Di sini semua suku dan agama hidup berdampingan. Kalau masih ada yang berdebat soal perbedaan, belajarlah dari Papua Selatan,” tutupnya.
Musda II Partai Golkar Papua Selatan dihadiri Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., jajaran Forkopimda, serta sejumlah tokoh politik dan masyarakat.
Acara berlangsung penuh semangat kebersamaan dan optimisme, menandai babak baru konsolidasi Partai Golkar di Tanah Papua Selatan. (LBS)
Editor: Lamberth