
Dalam pesan Paskah itu, Damianus Katayu mengajak umat untuk turut mengawal pembangunan, khususnya pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan pendekatan budaya masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) harus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur bagi OAP, khususnya di Distrik Woropko.
Perayaah Pesta Paskah Bersama Umat Waropko (Foto: Istimewa)
Woropko – Pembangunan di wilayah perbatasan RI–PNG diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Orang Asli Papua (OAP), khususnya di Distrik Woropko. Momentum Paskah dimaknai sebagai ajakan untuk bangkit bersama, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam upaya mengawal pembangunan yang berpihak pada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan, Damianus Katayu, saat perayaan Paskah dan ramah tamah bersama Pastor Paroki serta umat di Paroki Woropko, dengan mengangkat tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita.”
Tema tersebut mengajak umat Katolik secara khusus, dan seluruh umat manusia pada umumnya, untuk bangkit bersama Kristus dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan. Tema ini, menurut Damianus Katayu, tidak hanya menjadi tulisan, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pesan Paskah itu, Damianus Katayu mengajak umat untuk turut mengawal pembangunan, khususnya pembangunan yang dilakukan pemerintah dengan pendekatan budaya masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) harus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur bagi OAP, khususnya di Distrik Woropko.
Ia juga mengingatkan pentingnya memaknai Otsus secara utuh. Otsus dianalogikan seperti seekor gajah yang besar, sehingga tidak dapat dipahami hanya dari sebagian kecil saja lalu diambil kesimpulan. Pemahaman yang parsial dinilai berpotensi menimbulkan multi tafsir bahkan konflik.
Karena itu, umat Paroki Woropko diajak bersama-sama mengawal pelaksanaan kebijakan pemerintah, terutama implementasi Otsus di daerah perbatasan RI–PNG, agar masyarakat OAP yang berada di wilayah perbatasan dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan tersebut.
Pesan tersebut disampaikan Damianus Katayu dalam rangkaian pesan Paskah dan ramah tamah bersama umat Paroki Woropko, sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan, iman, serta kepedulian terhadap pembangunan yang berkeadilan di Papua Selatan. (LS)