Basilius M. Bovi Koordinir Aksi Aliansi Mahasiswa Desak Perlindungan Nilai Adat Papua Selatan

Dalam dokumen tersebut, aliansi juga mendorong pembentukan Perdasus perlindungan simbol budaya adat

Masa menggelar aksi damai didepan GN (Foto: IPS)

Merauke — Aksi damai yang dipimpin Basilius M. Bovi pada Senin (3/11/2025) menjadi sorotan publik setelah ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua Selatan menyerukan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya serta hak-hak sosial masyarakat adat.

Massa membawa aspirasi yang dituangkan dalam dokumen “Pernyataan Sikap tentang Krisis Sosial-Budaya dan Kegagalan Negara dalam Melindungi Hak-Hak Rakyat Papua Selatan.” Mereka menilai sejumlah kebijakan pemerintah dan tindakan aparat, termasuk pemusnahan mahkota burung cenderawasih oleh BBKSDA Papua, telah mencederai martabat budaya dan keadilan sosial masyarakat Papua Selatan.

Aksi yang berlangsung tertib di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan itu menuntut langkah nyata dari MRP Selatan, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat untuk segera memulihkan nilai-nilai adat, menegakkan keadilan, dan menindak pejabat yang diduga bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap simbol budaya.

Dalam dokumen tersebut, aliansi juga mendorong pembentukan Perdasus perlindungan simbol budaya adat, penerbitan Peraturan Gubernur tentang pemulihan nilai adat dan pemberdayaan ekonomi rakyat, serta peningkatan transparansi dan penegakan hukum berbasis kearifan lokal.

Aksi yang dikoordinir Basilius M. Bovi itu menutup rangkaian penyampaian aspirasi dengan penegasan bahwa pelanggaran terhadap nilai adat dan hak asasi manusia adalah bentuk pengingkaran terhadap amanat otonomi khusus dan konstitusi. (LBS)

AGENDA
LINK TERKAIT