Di Rumah Adat Jew Asmat, Ketua MRP Tegaskan: “Sebelum Agama dan Pemerintah Hadir, Adat Sudah Ada”

Hari ini masyarakat suku Asmat masih menjaga tradisi dalam rumah adat. Untuk itu harus menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga dan melestarikan simbol-simbol adat yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” tegasnya.

Masyarakat adat mendengarkan sambutan (Foto: Humas)

Asmat – Tradisi bukan sekadar simbol, tetapi fondasi kehidupan masyarakat Papua. Hal itu ditegaskan Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu saat menyampaikan pernyataan di dalam rumah adat Jew, Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Selasa (3/3/2026).

Di hadapan masyarakat suku Asmat dan jajaran pemerintah daerah, ia mengingatkan bahwa adat telah lebih dulu hadir sebelum sistem pemerintahan modern dan agama masuk ke tanah Papua.

“Sebelum agama dan pemerintah hadir, adat sudah ada jauh sebelumnya di tanah Papua. Maka tradisi dalam rumah adat itu perlu dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Menurutnya, hingga hari ini masyarakat suku Asmat masih menjaga tradisi dalam rumah adat sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan pengambilan keputusan. Karena itu, simbol-simbol adat yang diwariskan secara turun-temurun harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Hari ini masyarakat suku Asmat masih menjaga tradisi dalam rumah adat. Untuk itu harus menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga dan melestarikan simbol-simbol adat yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebelum rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dilakukan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama rombongan di Asmat. Diskusi dan penyerapan aspirasi masyarakat berlangsung di rumah adat Jew, yang berada di pesisir Kali Bets.

Momentum pertemuan di rumah adat itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak bisa dilepaskan dari akar budaya. Bagi masyarakat Asmat, rumah adat Jew bukan hanya bangunan fisik, melainkan ruang sakral tempat nilai, identitas, dan sejarah diwariskan.

Kehadiran pemerintah provinsi bersama MRP Papua Selatan di ruang adat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen menjaga warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan Papua Selatan ke depan. (LS)

AGENDA
LINK TERKAIT