
Kita harus melihat ini sebagai peluang. Kalau lahan kita produktif, masyarakat mendapat pekerjaan, hasil panen ada yang membeli, dan pemerintah membantu sarana pertanian, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat Kanum sendiri. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita di masa depan
Pertemuan masyarakat suku Kanum di kampung Yanggandur (Foto: IPS)
Yanggandur – Tokoh pemuda Kanum, Abraham T. Ndimar, mengungkapkan bahwa dukungan masyarakat adat terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah Rakyat di Kampung Yanggandur juga didasari berbagai informasi dan koordinasi yang telah dilakukan dengan kementerian maupun dinas teknis terkait sektor pertanian.
Menurutnya, dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah tidak hanya membuka lahan sawah, tetapi juga menyiapkan pendampingan bagi masyarakat agar mampu mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Adat Suku Kanum di kampung Yanggandur 2 Juni 2026
Abraham menjelaskan bahwa pemerintah berencana membentuk Brigade Pangan, yaitu kelompok yang akan membantu masyarakat dalam proses budidaya pertanian mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.
“Masyarakat tidak dibiarkan berjalan sendiri. Dari hasil koordinasi yang kami lakukan dengan kementerian dan dinas-dinas terkait, akan ada Brigade Pangan yang membantu masyarakat dalam menanam dan mengelola lahan pertanian,” ujarnya.
Ia mengatakan salah satu hal yang membuat masyarakat semakin optimistis adalah adanya jaminan pasar bagi hasil pertanian yang nantinya diproduksi oleh petani.
Menurut Abraham, pemerintah telah menyiapkan mekanisme agar hasil panen masyarakat dapat terserap dengan baik sehingga petani tidak kesulitan mencari pembeli setelah panen.
“Selama ini banyak masyarakat bertanya, kalau sudah tanam lalu hasilnya mau dijual ke mana. Dari informasi yang kami terima, hasil panen padi masyarakat nantinya akan dibeli kembali oleh pemerintah melalui mekanisme yang sudah disiapkan. Ini memberikan kepastian bagi petani untuk berproduksi,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga akan memperoleh dukungan sarana produksi pertanian berupa benih unggul, pupuk, serta berbagai kebutuhan pertanian lainnya sesuai tahapan program yang berjalan.
“Pemerintah juga menyiapkan bantuan bibit, pupuk, hingga kebutuhan alat dan mesin pertanian. Jadi masyarakat tidak hanya diberikan lahan, tetapi juga didorong agar mampu mengelola lahan tersebut dengan baik dan menghasilkan panen yang maksimal,” jelasnya.
Abraham menilai program tersebut merupakan kesempatan besar yang belum tentu datang dua kali bagi masyarakat adat Kanum. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk melihat program cetak sawah sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mempersiapkan masa depan generasi muda.
“Kita harus melihat ini sebagai peluang. Kalau lahan kita produktif, masyarakat mendapat pekerjaan, hasil panen ada yang membeli, dan pemerintah membantu sarana pertanian, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat Kanum sendiri. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita di masa depan,” ujarnya
Ia berharap kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dapat berjalan baik sehingga program cetak sawah di Yanggandur benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat adat sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. (LS)