Forkopimda dan DPRK Sepakat Perketat Pengawasan Miras, Merauke Siap Aktifkan Siskamling

Kami minta patroli lebih efisien dan peta wilayah rawan diperkuat. Miras lokal seperti ‘milo’ harus dihentikan

Suasana Pertemuan (Foto: IPS)

Merauke, 31 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Merauke bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) sepakat memperketat pengawasan minuman keras (miras) serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di seluruh wilayah.

Kesepakatan itu disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning lintas sektor yang dipimpin Bupati Yoseph B. Gebze di Swiss-Belhotel Merauke, Jumat (31/10/2025), dihadiri unsur Forkopimda, DPRK, tokoh masyarakat, tokoh adat, perempuan, pemuda, FKUB, dan FPK.

“Merauke adalah daerah yang aman. Pemerintah menjamin kondisi ini tetap terpelihara bagi kedamaian kita semua,” tegas Bupati Yoseph B. Gebze.

Dalam forum tersebut, pemerintah dan DPRK sepakat memperkuat patroli wilayah rawan serta menindak tegas peredaran miras ilegal yang memicu keresahan sosial.

Anggota DPRK Fraksi PKS Harmini menilai perlunya patroli lebih efektif dan pemetaan wilayah rawan karena miras sudah menjangkau anak sekolah.

“Kami minta patroli lebih efisien dan peta wilayah rawan diperkuat. Miras lokal seperti ‘milo’ harus dihentikan,” tegasnya.

Sementara anggota DPRK Fraksi PDIP Maria Kanden menyoroti lemahnya sanksi bagi penjual miras lokal.

“Kasus berulang karena pembuat miras tidak mendapat sanksi. Polisi sudah sita alat, tapi besoknya mereka produksi lagi. Ini karena regulasi kita belum tegas,” ujarnya.

Bupati Yoseph B. Gebze memastikan Pemkab akan mengevaluasi izin dan pengawasan penjualan miras, memperketat jam dan lokasi penjualan, serta melakukan operasi gabungan bersama aparat keamanan.

“Bagi yang masih memproduksi atau menjual tanpa izin, kami harap segera menghentikan. Pemerintah daerah bersama aparat akan bertindak agar masyarakat merasa aman,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar bijak bermedia sosial dan menjaga kedamaian publik.

“Mari gunakan media sosial dengan bijak, karena setiap informasi yang kita bagikan berdampak langsung pada ketenangan masyarakat,” pesannya. (LBS)

AGENDA
LINK TERKAIT