
Ikatan Arsitek Indonesia juga harus mengambil bagian, turut serta membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan wilayah, melaksanakan pembangunan, maupun melayani masyarakat, tentu dalam bidang dan tugas sesuai disiplin ilmunya
Foto bersama pengurus IAI Papsel bersama Gubernur PPS
Info Papua Selatan - Pembangunan Papua Selatan ke depan diharapkan tidak lagi sepenuhnya ditentukan dari luar daerah. Melalui pelantikan pengurus Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Papua Selatan di Café Trinity Merauke, Kamis (4/12/2025), arsitek lokal didorong tampil di garda depan untuk merancang, mengelola, dan mengawal pembangunan di provinsi termuda ini.
Dalam kegiatan yang dirangkai dengan penerimaan anggota baru, seminar Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), dan materi sejarah arsitektur itu, pemerintah provinsi dan organisasi profesi sepakat bahwa tata ruang, gedung, dan fasilitas publik di Papua Selatan harus semakin baik kualitasnya, sekaligus memberi ruang sebesar-besarnya bagi tenaga profesional dari daerah ini.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya menegaskan bahwa secara kelembagaan, fondasi pemerintahan Papua Selatan sudah terbentuk melalui Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Papua Selatan, dan perangkat-perangkat pemerintahan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, tanpa dukungan profesi pendukung, pemerintahan dan pembangunan tidak akan berjalan optimal.
“Ikatan Arsitek Indonesia juga harus mengambil bagian, turut serta membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan wilayah, melaksanakan pembangunan, maupun melayani masyarakat, tentu dalam bidang dan tugas sesuai disiplin ilmunya,” ujar Apolo.
Arsitek Muda Adalah Masa Depan Papua Selatan
Ketua IAI Papua Selatan, Ar. Yesayas Duma, S.T., IPM., IAI, menegaskan bahwa para arsitek yang hadir—khususnya generasi muda—adalah masa depan Papua Selatan.
Ia mengingatkan, banyak arsitek yang lahir dan menempuh pendidikan di Merauke dan Papua Selatan. Karena itu, mereka tidak boleh hanya menjadi penonton ketika pembangunan di tanah sendiri sedang tumbuh.
Ia mengajak para arsitek “berdiri di sini, membangun Papua Selatan” dengan mengembangkan kompetensi, aktif dalam organisasi, dan terlibat langsung dalam perencanaan hingga pengawalan pembangunan.
Yesayas juga menekankan pentingnya lisensi dan kepatuhan terhadap regulasi profesi. Ia menjelaskan, sesuai peraturan pemerintah dan undang-undang tentang arsitek, setiap perencanaan bangunan yang dikerjakan arsitek dari luar daerah maupun luar negeri yang akan dibangun di Papua Selatan harus diketahui dan ditandatangani arsitek yang memiliki izin praktik di daerah ini.
Aturan tersebut dimaksudkan untuk melindungi profesi arsitek serta memastikan bangunan yang hadir di Papua Selatan aman, layak, dan sesuai konteks lingkungan setempat — baik itu hotel, kantor pemerintahan, fasilitas industri, maupun bangunan pelayanan publik lainnya.
Tanggung Jawab Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Berkelanjutan
Ketua IAI Regional 6 Papua–Maluku, Ar. Marwan Massinai, S.T., MSc., IAI, dalam sambutannya mengingatkan bahwa arsitek memikul tanggung jawab besar dalam membentuk wajah kota dan kampung.
Menurut dia, arsitek tidak hanya menggambar dan mendesain, tetapi ikut menentukan apakah sebuah lingkungan binaan aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang akan menggunakannya dalam jangka panjang.
Marwan berharap pelantikan IAI Papua Selatan menjadi momentum konsolidasi profesi arsitek di kawasan timur Indonesia, sehingga Papua Selatan tidak tertinggal dalam kualitas tata ruang, desain bangunan, dan pengelolaan lingkungan.
Rangkaian Kegiatan dan Sinergi dengan Kampus
Selain pelantikan pengurus dan penerimaan anggota baru, kegiatan IAI Papua Selatan di Café Trinity juga diisi dengan:
• Seminar PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan)
• Materi tentang sejarah arsitektur
• Penguatan pemahaman regulasi profesi arsitek
• Rencana sinergi dengan kampus-kampus di Merauke untuk menyiapkan arsitek muda yang siap terjun ke dunia praktik.
Yesayas Duma menyampaikan harapan agar ke depan IAI Papua Selatan dapat bekerja lebih erat dengan perguruan tinggi, sehingga lulusan arsitektur tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memahami kebutuhan nyata masyarakat dan arah pembangunan provinsi.
Di akhir acara, Ketua IAI Papua Selatan secara resmi membuka rangkaian kegiatan IAI mitra Papua Selatan, dan mengajak seluruh arsitek untuk aktif mengikuti PKB, seminar, dan kegiatan organisasi agar selalu terbarui dengan perkembangan terbaru di dunia arsitektur. (Niko)