
Harapan kami, kawasan yang selama ini terlihat kering dan gersang bisa berubah menjadi hijau, lebih sejuk, dan nyaman
Penanaman pohon (Foto: Istimewa)
Merauke – Jalan menuju Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan yang selama ini tampak tandus mulai berubah. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menanam ratusan pohon pelindung sekaligus menyalurkan 1.000 bibit buah-buahan kepada warga Kampung Ivimahad, Distrik Kurik, sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan mendukung ketahanan ekonomi masyarakat.
Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) di kawasan tanah tinggi Salor hingga area pusat perkantoran pemerintah. Penanaman diawali oleh Apolo Safanpo, kemudian diikuti jajaran asisten, staf khusus, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kamis (15/1/2026).
Kepala DLHKP Papua Selatan, Djuju Riyanto, menjelaskan penanaman pohon berlangsung selama tiga hari, sejak 13 hingga 15 Januari 2026. Dua jenis pohon pelindung ditanam di sepanjang ruas jalan menuju pusat pemerintahan, yakni angsana dan trembesi.
“Harapan kami, kawasan yang selama ini terlihat kering dan gersang bisa berubah menjadi hijau, lebih sejuk, dan nyaman. Di kawasan pusat pemerintahan ini nantinya akan ditanami pepohonan agar tampak asri dan rindang,” ujar Djuju Riyanto saat ditemui di Salor, Kamis (15/1/2026).
Selain penanaman pohon pelindung, DLHKP Papua Selatan juga menyerahkan 1.000 bibit buah-buahan kepada masyarakat Kampung Ivimahad, Distrik Kurik. Bibit tersebut terdiri dari mangga, kelengkeng, dan jambu kristal. Secara keseluruhan, DLHKP menerima sekitar 10.000 bibit buah-buahan titipan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Mamberamo, yang akan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat.
Djuju Riyanto menyampaikan apresiasi kepada PT Global Papua Abadi yang telah memfasilitasi pengiriman bibit melalui jalur laut, sehingga bibit tiba di Merauke dalam kondisi sehat dan layak tanam. Pada kesempatan tersebut, PT GPA turut membantu penyerahan 1.000 bibit atau satu truk bibit buah-buahan kepada masyarakat Kampung Ivimahad.
“Dukungan pengangkutan ini sangat membantu, karena kualitas bibit tetap terjaga hingga diterima masyarakat,” katanya.
Pasca penanaman, DLHKP Papua Selatan memastikan tidak berhenti pada seremoni semata. Pemeliharaan dan perawatan tanaman akan dilakukan sekitar satu bulan setelah penanaman untuk memantau pertumbuhan dan memastikan pohon-pohon tersebut dapat berkembang dengan baik.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan yang lebih hijau maupun peluang ekonomi jangka panjang dari tanaman buah yang ditanam di kampung-kampung sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Selatan.