
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahangiar, memastikan Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan segera menindaklanjuti arahan Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., melalui penandatanganan komitmen bersama lintas sektor guna mempercepat eliminasi kusta dan penanganan penyakit prioritas lainnya. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut setelah Gubernur Apolo Safanpo menandatangani K
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dan sejumlah peserta Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta usai mengikuti agenda penguatan komitmen percepatan eliminasi kusta.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahangiar, memastikan Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan segera menindaklanjuti arahan Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., melalui penandatanganan komitmen bersama lintas sektor guna mempercepat eliminasi kusta dan penanganan penyakit prioritas lainnya.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut setelah Gubernur Apolo Safanpo menandatangani Komitmen Bersama Percepatan Eliminasi Kusta pada Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
"Sebagai tindak lanjut sesuai arahan Bapak Gubernur Papua Selatan, kami akan segera melaksanakan pertemuan dan penandatanganan komitmen bersama seluruh kepala daerah, kepala dinas kesehatan kabupaten, organisasi perangkat daerah, serta lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, DPR, MRP, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, tokoh adat, dan tokoh agama dalam rangka percepatan eliminasi kusta, sekaligus percepatan penanganan AIDS, tuberkulosis, malaria, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak," ujar Benedicta.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mempercepat pengendalian penyakit menular di Papua Selatan sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi hingga ke tingkat masyarakat.
Benedicta mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, kondisi kusta di Papua Selatan masih memerlukan perhatian serius. Prevalence Rate kusta mencapai 8,13 per 10.000 penduduk, meningkat 1,76 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara target nasional berada di bawah 1 kasus per 10.000 penduduk.
Selain itu, sepanjang tahun 2025 tercatat 221 kasus baru kusta, terdiri dari 180 kasus pada orang dewasa dan 41 kasus pada anak-anak. Adapun Case Detection Rate (CDR) mencapai 40,21 per 100.000 penduduk, jauh di atas target nasional yang ditetapkan sebesar 5 kasus per 100.000 penduduk.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap kasus yang ditemukan langsung ditangani melalui pengobatan sesuai standar pelayanan kesehatan.
"Setiap penemuan kasus langsung kami obati. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah terkadang terjadi keterlambatan distribusi obat dari pemerintah pusat," katanya.
Karena itu, Benedicta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah deteksi dini berbagai penyakit, termasuk kusta.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Selatan agar mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, penyakit dapat ditemukan lebih awal, termasuk kusta, sehingga pengobatan bisa segera diberikan dan penularan dapat dicegah," ujarnya.
Ia berharap komitmen yang dibangun bersama pemerintah daerah, lintas sektor, dan masyarakat dapat mempercepat pencapaian target eliminasi kusta di Papua Selatan, sekaligus memperkuat upaya pengendalian AIDS, tuberkulosis, malaria, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.