
Kami ini anak sulung Otsus. Tidak perlu mengemis dana. Tapi anggaran yang diberikan selama ini sangat terbatas, akhirnya banyak persoalan OAP di kampung-kampung tidak bisa kami jangkau,” katanya.
3 anak Sekolah menaiki perahu di kampung Po : Foto: IPS
Merauke, Rabu 19 November 2025 — Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, mengungkapkan bahwa minimnya pelibatan MRP dalam perencanaan Dana Otsus berdampak langsung pada terbatasnya kemampuan lembaga ini menjangkau persoalan Orang Asli Papua (OAP) di kampung-kampung.
Dalam wawancara bersama media pada Selasa (18/11/2025), Damianus menyebut MRP sebagai “anak sulung Otsus”, namun akses anggaran yang disediakan untuk mereka sangat terbatas.
“Kami ini anak sulung Otsus. Tidak perlu mengemis dana. Tapi anggaran yang diberikan selama ini sangat terbatas, akhirnya banyak persoalan OAP di kampung-kampung tidak bisa kami jangkau,” katanya.
Ia mengatakan banyak laporan masyarakat terkait masalah identitas, pendidikan anak-anak OAP, persoalan perempuan dan anak, hingga isu adat yang tidak dapat ditangani maksimal karena keterbatasan dana operasional.
Damianus menjelaskan bahwa salah satu akar persoalan adalah tidak dilibatkannya MRP dalam perencanaan dan pembagian Dana Otsus. Akibatnya, anggaran yang diberikan kepada lembaganya tidak sejalan dengan kebutuhan di lapangan.
“Kalau MRP ikut dalam perencanaan, pasti kami bisa jelaskan langsung kebutuhan OAP. Tapi karena tidak dilibatkan, anggaran yang diberikan tidak realistis dengan kebutuhan di masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap tahun depan pemerintah provinsi menata ulang skema penganggaran agar MRP dapat melaksanakan tugas secara maksimal.
“Kami ingin MRP hadir untuk masyarakat di kampung-kampung, tapi dengan kondisi anggaran sekarang itu tidak mungkin. Tahun 2026 harus diperbaiki,” tutupnya. (LBS)
Editor: Ronald