
Kehadiran unsur MRP dalam Safari Ramadan ini menjadi simbol keterlibatan lembaga representasi kultural Orang Asli Papua dalam mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Ketua MRP Papua Selatan
Asmat – Kehadiran pemerintah provinsi di Kabupaten Asmat mendapat sambutan hangat masyarakat. Puluhan warga Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, mengarak Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo bersama Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu secara adat saat tiba di Kali Bets, Selasa (3/3/2026) pagi.
Rombongan tiba menggunakan pesawat milik MAF dari Kabupaten Merauke dan mendarat di atas kulit air Kali Bets. Perjalanan menuju Asmat ditempuh kurang lebih dua jam.
Saat pesawat mendarat, puluhan warga telah menunggu dengan perahu-perahu panjang. Mereka berdiri di atas perahu masing-masing dengan dayung di tangan. Penyambutan berlangsung persis di pinggir badan pesawat, ketika Gubernur bersama Ketua MRP Papua Selatan turun dan berpindah ke speedboat yang telah disiapkan.
Speedboat yang ditumpangi Gubernur Apolo berada di bagian tengah, lalu diapit puluhan perahu warga dan diarak secara adat menuju rumah adat Jew di Kampung Yaisiu, Distrik Atsj, yang berada di pesisir Kali Bets.
Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, turut mendampingi Gubernur dalam rangkaian kunjungan tersebut. Kehadiran unsur MRP dalam Safari Ramadan ini menjadi simbol keterlibatan lembaga representasi kultural Orang Asli Papua dalam mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Turut hadir dalam penyambutan Wakil Bupati Asmat Yoel Manggaprou, Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, beberapa anggota DPRD Kabupaten Asmat, para kepala kampung, serta masyarakat Kampung Yaisiu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari Safari Ramadan 1447 Hijriah, yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama umat Muslim di Masjid Al-Furqon Atsj, Distrik Atsj.
Sebelum pelaksanaan Safari Ramadan, Gubernur bersama Ketua MRP Papua Selatan menyempatkan diri berdiskusi dan menyerap aspirasi masyarakat di rumah adat Jew. Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai harapan terkait pembangunan dan pelayanan publik di wilayah pesisir Asmat.
Arak-arakan adat di atas sungai itu tidak hanya menjadi tradisi penyambutan, tetapi juga mencerminkan harapan masyarakat agar kehadiran pemerintah provinsi dan MRP Papua Selatan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga. (LS)