
Kalau tidak ada program kerja, maka semua rencana, ide, dan angan-angan akan mubazir. Rapat kerja ini memastikan pemuda terlibat langsung dalam proses pembangunan
Foto para tokoh yang menghadiri pembukaan Raker (Foto: IPS)
Merauke – Peran pemuda dalam percepatan pembangunan Papua Selatan mulai dipertegas melalui Rapat Kerja (Raker) Komite Pemuda Asli Papua Selatan (KPPS), yang digelar di Aula Belhotel Merauke, Rabu (14/1/2026).
Raker perdana ini menjadi ruang konsolidasi pemuda Papua Selatan untuk menyatukan gagasan, menyusun program strategis, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar peran pemuda tidak berhenti pada wacana, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat.
Sekretaris KPPS, Marianus K. Komanik, menegaskan bahwa rapat kerja merupakan momentum penting agar ide dan semangat pemuda diterjemahkan ke dalam program yang terukur dan aplikatif.
“Kalau tidak ada program kerja, maka semua rencana, ide, dan angan-angan akan mubazir. Rapat kerja ini memastikan pemuda terlibat langsung dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemuda Papua Selatan harus disiapkan sejak sekarang untuk mengambil peran jangka panjang. Menurutnya, kolaborasi dengan seluruh sektor menjadi kunci agar pemuda mampu melihat hasil nyata pembangunan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Sementara itu, Ketua Panitia Raker KPPS 2026, Eligius Mahuze, dalam laporannya menyampaikan bahwa raker ini diikuti sekitar 30 orang pengurus KPPS dan merupakan rapat kerja provinsi pertama setelah pengurus dilantik dan dikukuhkan pada 2025.
Raker mengusung tema “Kolaborasi Strategis Pemuda untuk Percepatan Pembangunan Daerah” dengan tujuan utama merumuskan program kerja organisasi yang sejalan dengan arah pembangunan Papua Selatan serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing secara sehat dan bermartabat.
Mewakili Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Sunarjo menegaskan bahwa pemuda merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga keseimbangan relasi sosial, lingkungan, dan spiritual. Menurutnya, semangat, kolaborasi, dan kesadaran sejarah perjuangan Papua Selatan harus terus dijaga oleh generasi muda.
“Pemuda itu harus semangat. Dari kitalah dan oleh kitalah Papua Selatan ini dibangun,” ujarnya.
Rapat kerja ini diharapkan melahirkan program-program konkret yang memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah serta menjadi pijakan awal kolaborasi berkelanjutan antara pemuda dan pemerintah di Papua Selatan. (Tom)
Editor: Lamberth