
Harusnya dengan sistem mereka, sudah bisa terlihat mana konten AI, mana yang palsu. Seharusnya bisa langsung ditindak,
Wamen komdigi (Foto: istimewa)
Jakarta, 27 Agustus 2025 — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan akan menindaklanjuti maraknya konten palsu terkait aksi demonstrasi di DPR yang beredar di media sosial. Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo, menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan TikTok dan Meta di Indonesia.
“Saya sudah hubungi Head TikTok Asia Pasifik, Helena. Saya minta mereka ke Jakarta, kita akan bicara tentang fenomena ini. Dengan Meta Indonesia juga kami sudah komunikasi,” ujar Angga Raka, dikutip dari Detikcom.
Ia menilai fenomena disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) berpotensi merusak sendi-sendi demokrasi. Karena itu, platform digital diminta bertanggung jawab untuk mendeteksi sekaligus menghapus konten palsu yang menyesatkan.
“Harusnya dengan sistem mereka, sudah bisa terlihat mana konten AI, mana yang palsu. Seharusnya bisa langsung ditindak,” tegasnya.
Lebih jauh, Wamenkomdigi menekankan bahwa platform media sosial tidak boleh lepas tangan atas peredaran informasi palsu. “Kita nggak mau demokrasi kita dicederai dengan hal-hal yang palsu begitu,” pungkasnya.