Libatkan Uncen dan UNICEF, Pemprov Papua Selatan Perkuat Penanganan Balita Gizi Buruk

Pola hidup masyarakat kampung tak makan makanan bergizi, tapi juga kadang tidur di pinggir tungku api tiap malam bertahun-tahun tentunya bakal mengakibatkan penyakit di bagian dalam tubuh

Foto bersama

Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan memperkuat upaya penanganan balita gizi buruk dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan United Nations Children’s Fund (UNICEF).

Hal tersebut disampaikan Asisten I Setda Papua Selatan Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agustinus Joko Guritno saat membuka kegiatan orientasi tata laksana dan sosialisasi standar produk pangan terapi gizi bagi balita gizi buruk di Hotel Corein Merauke, Selasa (10/3/2026).

Guritno mengatakan, kerja sama dengan berbagai lembaga menjadi penting karena pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat secara komprehensif, terutama di wilayah terpencil.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Cenderawasih dan UNICEF yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Agustinus menjelaskan bahwa peningkatan kualitas gizi masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga melalui edukasi mengenai pola hidup sehat.

Menurutnya, sebagian masyarakat di kampung masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga kesehatan, termasuk pola makan yang kurang bergizi serta kondisi lingkungan yang belum mendukung.

“Pola hidup masyarakat kampung tak makan makanan bergizi, tapi juga kadang tidur di pinggir tungku api tiap malam bertahun-tahun tentunya bakal mengakibatkan penyakit di bagian dalam tubuh,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai seperti mandi, cuci, kakus (MCK).

Karena itu, ia mendorong agar kebutuhan fasilitas dasar masyarakat tersebut juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Hal ini juga mungkin disampaikan kepada pemerintah supaya membangun MCK umum bagi mereka,” kata Guritno.

Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari pengabdian aparatur sipil negara, khususnya tenaga kesehatan yang bertugas langsung di tengah masyarakat.

Agustinus berharap kegiatan orientasi tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat di Papua Selatan.

“Sebagai ASN harus menjadi pelopor pembangunan di daerah yang belum maju,” ujarnya. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT