Listrik tak stabil hingga akses terhambat, warga Tomerau minta genset dan perahu

Dalam pertemuan itu, seorang perwakilan guru mengungkapkan bahwa pasokan listrik dari PLN di kampung tersebut tidak stabil. Kondisi ini berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar.

Gubernur Tinjau Lokasi menggunakan speed boad

Merauke – Keterbatasan listrik dan sulitnya akses transportasi menjadi persoalan utama yang dihadapi warga Kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Dalam kondisi itu, warga meminta bantuan nyata berupa genset hingga perahu untuk menunjang aktivitas pendidikan dan layanan dasar.

Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat meninjau jembatan yang rubuh akibat bencana sekaligus berdialog dengan masyarakat di Kampung Tomerau, Sabtu (2/5/2026).

Dalam pertemuan itu, seorang perwakilan guru mengungkapkan bahwa pasokan listrik dari PLN di kampung tersebut tidak stabil. Kondisi ini berdampak langsung pada kegiatan belajar mengajar.

Ia juga menyampaikan bahwa dari 15 unit Chromebook yang dimiliki sekolah, sebanyak 7 unit mengalami kerusakan, sehingga semakin membatasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Apolo langsung menyetujui bantuan berupa mesin genset serta 10 unit komputer untuk mendukung kegiatan pendidikan di kampung tersebut.

Selain listrik, persoalan lain yang mencuat adalah kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perwakilan dari Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Tomerau mengusulkan program tersebut karena kondisi jalan yang sulit membuat anak-anak harus berada lebih lama di sekolah.

Menanggapi usulan itu, pejabat yang turut dalam rombongan menjelaskan bahwa MBG merupakan program nasional Presiden. Pemerintah provinsi, kata dia, akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mendorong pelaksanaannya di Kampung Tomerau jika mendapat persetujuan.

Di sisi lain, keterbatasan akses transportasi juga menjadi keluhan warga. Sejumlah masyarakat meminta bantuan transportasi air berupa speedboat atau longboat.

Permintaan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk digunakan bersama, terutama guna mempermudah akses ke layanan kesehatan dan pendidikan.

Pertemuan antara pemerintah dan warga ini harus diakhiri lebih cepat karena air laut mulai surut, yang berpotensi menghambat perjalanan pulang rombongan dari kampung tersebut. (**)

Editor: Ronald

AGENDA
LINK TERKAIT