MENJEMPUT REZEKI BARU, CERITA MAMA-MAMA PAPUA WAMANGGU SULAP PEPAYA MUDA JADI KERIPIK RENYAH

Harapan Baru untuk Kemandirian UMKM Enggon

Proses pelatihan bahan baku hinggga menjadi produk jadi (Foto: Helga )

Penulis: Helga Charolina Antonia Silubun, Antoneta Yekbat

 MERAUKE, INFOPAPUASELATAN.COM – Ada cerita inspiratif yang terekam dari kilas balik kegiatan pemberdayaan masyarakat tahun lalu di Merauke. Program pengabdian masyarakat yang menyasar Mama-Mama Papua pedagang sayur asal Pasar Wamanggu ini sengaja dibagikan ke publik untuk membagikan pengalaman berharga, sekaligus mempromosikan geliat usaha mikro mereka yang bernaung di bawah bendera UMKM Enggon.

Bukan sekadar menggelar dagangan sayur basah biasa, Mama-Mama Papua penggerak UMKM Enggon ini sejatinya adalah para pelaku usaha lokal yang mandiri dan tangguh. Sebelum program ini berjalan, UMKM Enggon telah aktif memproduksi berbagai produk unggulan daerah Merauke yang kaya khasiat herbal tradisional, seperti Minyak Kelapa Murni (VCO), buah Pinang segar, hingga Daun Gatal yang mahsyur digunakan masyarakat sebagai terapi penyembuh badan sakit dan kecapean. 

Melalui program pendampingan tersebut, portofolio produk unggulan UMKM Enggon kini semakin kaya dengan hadirnya inovasi kuliner baru: keripik pepaya muda yang renyah dan bernilai jual tinggi.

Pelatihan ini awalnya direncanakan berlangsung langsung di area pasar tempat mereka berjualan tiap hari. Namun, situasi pasar yang sangat padat ditambah hembusan angin kencang yang membawa debu, membuat penyelenggara harus memutar otak. Demi menjaga kebersihan bahan makanan dan kenyamanan proses belajar, lokasi pun digeser ke kediaman sang instruktur. Fleksibilitas ini justru menjadi berkah, mengubah ketegangan pasar menjadi suasana belajar kelompok yang akrab, aman, dan penuh kehangatan. 

Rahasia Gizi Pepaya Muda: Sahabat Ibu Menyusui dan Pelancar Pencernaan

Inovasi mengolah pepaya muda menjadi camilan kering ini lahir dari sebuah kegelisahan bersama. Selama ini, pepaya muda melimpah di pasar, namun masa simpannya sangat singkat dalam bentuk sayur basah. Jika tidak laku, sayur akan layu dan terbuang sia-sia. Padahal, jika menilik berbagai jurnal kesehatan dan gizi di Indonesia, buah mentah berwarna hijau ini menyimpan rahasia kebaikan yang luar biasa bagi kesehatan keluarga.

Riset gizi menunjukkan bahwa pepaya muda sangat kaya akan Vitamin A, Vitamin C, serta mineral penting. Kandungan Vitamin A tercatat sekitar per dan Vitamin C sekitar per . Buah ini juga memiliki konsentrasi enzim papain yang tinggi. Enzim alami ini bertindak aktif membantu sistem pencernaan tubuh dengan cara mengurai protein di dalam lambung secara lebih efisien. 

Ditambah kandungan senyawa bioaktif pada buah maupun daunnya—seperti flavonoid, alkaloid, fenolik, dan tanin—pepaya juga berfungsi sebagai antioksidan alami penangkal radikal bebas.

Lebih menariknya lagi, berbagai studi lapangan di Indonesia kerap mengaitkan konsumsi pepaya muda sebagai laktagogum (galaktagogue)—yaitu bahan pangan lokal yang terbukti mampu membantu merangsang dan meningkatkan produksi ASI secara signifikan pada ibu nifas atau menyusui, terutama yang terlihat jelas pada hari ke-7 setelah intervensi.

Melalui metode pengolahan menjadi keripik, kadar air ditekan seminimal mungkin sehingga produk ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan tanpa pengawet sintetis. Inovasi ini mengubah sayur biasa menjadi camilan sehat (healthy snack) yang tidak hanya baik untuk pencernaan, tetapi juga sangat cocok dikonsumsi oleh ibu menyusui. 

Dari Beranda Rumah, Keterampilan Baru Dirajut

Meski harus berpindah tempat ke rumah instruktur, semangat Mama-Mama Papua untuk menambah lini bisnis UMKM Enggon sama sekali tidak surut. Sebagaimana terekam dalam foto, Mama-Mama duduk melingkar, menyimak setiap penjelasan teori dengan guratan wajah penuh konsentrasi dan antusiasme.

Di tengah mereka, bahan-bahan sederhana telah bersiap untuk diubah menjadi produk istimewa. Bahan utama pepaya muda yang telah diserut tipis memanjang seperti mie, bersanding dengan bumbu-bumbu dapur pilihan yang akan memberi rasa.

Prinsip higienitas benar-benar dijaga dalam proses ini. Untuk membuang sisa getah yang bisa memicu rasa pahit, serutan pepaya dicuci bersih dan ditiriskan secara teliti. Tahap berikutnya membutuhkan ketelatenan. Mama-Mama secara gotong-royong menata serutan pepaya di atas loyang kerja agar posisinya merata dan tidak menggumpal. Langkah ini penting agar proses pengurangan kadar air berjalan sempurna. Sebelum digoreng, serutan yang sudah mengering ditampung dalam wadah khusus, siap menghadapi minyak panas.

Senyum bangga akhirnya merekah saat keripik-keripik tersebut selesai digoreng., tampak keripik pepaya muda yang mekar keemasan disajikan dalam berbagai warna bubuk rasa—mulai dari yang gurih alami hingga pedas manis—siap dikemas menarik dan dipasarkan bersanding dengan produk VCO, Pinang, dan Daun Gatal andalan mereka.

Harapan Baru untuk Kemandirian UMKM Enggon

Pemberdayaan sejati bukanlah tentang seberapa megah tempat pelaksanaannya, melainkan seberapa besar manfaat berkelanjutan yang tertinggal di masyarakat. Dari beranda rumah instruktur, Mama-Mama Papua pedagang Pasar Wamanggu kini berhasil belajar ketrampilan baru mengubah buah mentah pepaya yang biasaya hanya untuk sayur kini menjadi keripik. 

Kini, selain dikenal dengan keaslian minyak VCO, kesegaran pinang, dan khasiat daun gatalnya, para konsumen di Papua Selatan juga bisa mencicipi gurihnya keripik pepaya muda buatan UMKM Enggon. Dukungan penuh dari masyarakat lokal dalam membeli produk olahan ini akan menjadi bahan bakar utama bagi kemandirian ekonomi keluarga Mama-Mama Papua secara berkelanjutan. 

Harapan Baru untuk Kemandirian UMKM Enggon

Keberhasilan sejati dari suatu program pemberdayaan masyarakat tidak diukur dari seberapa megah tempat pelaksanaannya, melainkan dari seberapa besar manfaat jangka panjang yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Memanfaatkan ruang bersahaja di rumah instruktur, Mama-Mama Papua pedagang Pasar Wamanggu terbukti mampu menguasai keterampilan baru dengan sangat baik. Pelatihan ini berhasil mengubah buah pepaya muda—yang biasanya bernilai jual murah dan hanya diolah sebagai sayur basah—menjadi produk keripik kering yang renyah, punya nilai jual lebih tinggi, serta tahan disimpan hingga berbulan-bulan.

Inovasi ini secara langsung memperkuat posisi UMKM Enggon di pasar lokal. Kini, produk andalan mereka tidak lagi terbatas pada minyak kelapa murni (VCO), buah pinang segar, dan daun gatal tradisional yang selama ini sudah dikenal luas sebagai obat lelah. Hadirnya keripik pepaya muda ini memperluas pasar UMKM Enggon di wilayah Papua Selatan ke sektor camilan sehat (healthy snack).

Pada akhirnya, dukungan penuh dari masyarakat lokal untuk membeli dan mengonsumsi produk olahan ini akan menjadi penggerak utama bagi kemandirian ekonomi keluarga Mama-Mama Papua secara jangka panjang dan berkelanjutan.

  

Referensi Ilmiah & Jurnal Kesehatan Terkait:

• Kandungan Nutrisi & Makronutrien: Hawibowo & Muhimmmah (2024); ARINI (2023); Wulandari & Wardani (2020); Aulia et al. (2023); Ami & Candra (2019).

• Potensi Laktagogum (Booster ASI Ibu Nifas):Mulyaningsih et al. (2023); Hidayati & Megasari (2022); Ikhlasiah & Winarni (2020).

• Senyawa Bioaktif (Flavonoid, Alkaloid, Fenolik): Ginting et al. (2023); Khafid et al. (2023).

• Pemberdayaan Ekonomi berbasis Olahan Pepaya Muda:Feni et al. (2022); Nomleni & Hetharia (2023); Widiana et al. (2019).

AGENDA
LINK TERKAIT