Nakes Dievakuasi, Logistik Tetap Jalan: Langkah Cepat Gubernur Papua Selatan Diganjar Apresiasi Kemendagri

Puji Tuhan, kemarin pagi sudah diberikan izin dan pesawat sudah membawa bantuan ke sana. Semua ini karena komunikasi dan koordinasi yang berjalan baik

Gubernur & Wamendagri (Foto: Istimewa)

PAPUA SELATAN — Kepanikan sempat menyelimuti warga di sekitar Bandara Danowage, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (20/2/2026), setelah terjadi aksi saling tembak antara aparat TNI-Polri dan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Aktivitas masyarakat lumpuh. Tenaga kesehatan dan aparatur sipil negara memilih mengungsi demi keselamatan.

Namun dalam hitungan jam, evakuasi dilakukan. Pelayanan publik diamankan. Distribusi logistik kembali dibuka.

Langkah cepat itu kini mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.

Saat diwawancarai awak media di VIP Room Bandara Mopah, Merauke, Jumat (20/2/2026), Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpi, ST., MT menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.

“Pada hari itu juga kita langsung tangani dan lakukan evakuasi. Nakes kita berjumlah 31 orang. Dua orang tetap tinggal karena merupakan penduduk asli setempat, sementara 29 lainnya kita evakuasi,” ujar Apolo.

Evakuasi Bertahap Demi Keselamatan

Evakuasi dilakukan secara bertahap dari Yamiruma menuju Senggo, ibu kota Distrik Citak-Mitak, Kabupaten Mappi. Selanjutnya para tenaga kesehatan dibawa ke Kepi, lalu diteruskan ke Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel.

Aparat distrik bersama pemerintah kabupaten turut mengawal proses tersebut hingga seluruh tenaga kesehatan tiba dengan selamat.

Menurut Apolo, respons cepat tersebut tidak terlepas dari koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Pemerintah Kabupaten Mappi, serta unsur TNI dan Polri.

“Dalam situasi mendesak seperti itu, komunikasi yang baik menjadi kunci. Kita langsung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI-Polri, dan dinas terkait agar evakuasi berjalan cepat dan aman,” tegasnya.

Ekonomi Lumpuh, Logistik Didorong Kembali

Pasca-insiden, aktivitas ekonomi masyarakat sempat terhenti. Penerbangan perintis dari dan ke wilayah Danowage serta Yaniruma ditunda sementara demi pertimbangan keselamatan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi bahan makanan dan bantuan sosial tetap berjalan.

Pemprov Papua Selatan bersama Bupati Boven Digoel menyurati Menteri Perhubungan untuk meminta izin khusus pengiriman logistik ke wilayah terdampak.

“Puji Tuhan, kemarin pagi sudah diberikan izin dan pesawat sudah membawa bantuan ke sana. Semua ini karena komunikasi dan koordinasi yang berjalan baik,” tambah Apolo.

Gubernur menegaskan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan TNI-Polri guna memastikan situasi kamtibmas benar-benar pulih, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal dan roda ekonomi berangsur hidup kembali tanpa terus bergantung pada bantuan sosial.

Kemendagri: Langkah Cepat Patut Diapresiasi

Apresiasi datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka, yang menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati atas respons cepat menangani pengungsi, termasuk guru dan tenaga kesehatan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan dan para bupati se-wilayah Papua Selatan yang telah cepat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para pengungsi,” ujar Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan unsur terkait guna memastikan keselamatan aparatur serta keberlangsungan pelayanan publik. Kemendagri, lanjutnya, terus membangun komunikasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan langkah penanganan lanjutan berjalan terarah dan terkoordinasi.

Sebagai langkah antisipatif, pelayanan di empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel untuk sementara ditutup, yakni Puskesmas Yaniruma, Puskesmas Firiwage, Puskesmas Kombay, dan Puskesmas Manggelum. Seluruh tenaga kesehatan telah dievakuasi ke Tanah Merah demi keselamatan.

Wamendagri juga mengajak seluruh unsur pimpinan daerah, DPRP, MRP, Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Papua Selatan serta Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, untuk bersama-sama menjaga ketenangan publik agar masyarakat tidak panik.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan, situasi diharapkan tetap terkendali. Bagi warga di wilayah terdampak, yang terpenting bukan sekadar siapa yang bergerak cepat, tetapi bagaimana pelayanan kesehatan, distribusi logistik, dan rasa aman dapat kembali pulih secepat mungkin. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT