
Kita menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, rumah dengan sekolah, dan rumah sakit
upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan, Kamis (17/9/2026)
MERAUKE – Hasil petani, nelayan, dan pelaku usaha perlu sampai kepada masyarakat dengan biaya angkutan yang lebih murah. Untuk itu, konektivitas transportasi harus diikuti perbaikan sistem logistik serta terjaganya layanan bagi warga di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil atau 3T.
Hal tersebut menjadi perhatian Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Kantor Gubernur Papua Selatan, Kamis (17/9/2026).
Apolo mengatakan, manfaat transportasi tidak berhenti pada tersedianya kendaraan dan infrastruktur. Transportasi menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan sehari-hari, layanan dasar, serta peluang ekonomi.
“Kita menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, rumah dengan sekolah, dan rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Apolo, sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan masyarakat di satu pulau. Penerbangan perintis juga dapat memangkas perjalanan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari menjadi hitungan jam.
Karena itu, layanan keperintisan perlu dijaga agar masyarakat di wilayah 3T tetap memiliki akses transportasi.
“Karena itu, Saudara-saudara insan perhubungan, tugas kita ke depan tidak ringan Kita harus menjaga layanan keperintisan, agar masyarakat di wilayah 3T tetap terhubung,” kata dia.
Dalam peringatan Harhubnas 2026 yang mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, Apolo turut menyoroti hubungan antara kelancaran angkutan dan pemerataan pembangunan.
Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya konektivitas antara pusat produksi dan permukiman untuk menurunkan biaya angkutan maupun logistik.
“Kita harus memperbaiki sistem logistik agar konektivitas benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian,” ujarnya.
Selain layanan di daerah terpencil, Apolo menekankan perlunya penguatan angkutan massal perkotaan agar transportasi publik semakin layak dan menarik bagi masyarakat. Keterhubungan antarmoda juga perlu diperbaiki sehingga perjalanan dari tempat asal hingga tujuan menjadi lebih mudah.
Ia mengatakan, angkutan massal yang baik dapat mengurangi waktu masyarakat yang terbuang di jalan. Sementara itu, sistem logistik yang efisien memungkinkan hasil produksi menjangkau konsumen dengan biaya lebih murah.
Bagi Apolo, keberhasilan sektor transportasi pada akhirnya harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan bepergian hingga terbukanya kesempatan kerja dan lancarnya distribusi bahan pangan. (**)