
Pada prinsipnya, Papua Selatan ingin mengembangkan layanan kesehatan di rumah sakit mereka, terutama yang berkaitan dengan program prioritas Kementerian Kesehatan seperti KJSU kanker, jantung, stroke, dan uro-neurologi serta kesehatan ibu dan anak
Penandatanganan MoU dengan RS Dok II (Foto: Humas)
Merauke – Akses layanan kesehatan untuk penyakit berat seperti kanker, jantung, stroke, hingga layanan ibu dan anak di Papua Selatan ditargetkan semakin cepat dan berkualitas. Hal ini menyusul penunjukan RSUD Jayapura Dok II sebagai rumah sakit pengampu regional dalam program layanan prioritas nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan transformasi sistem kesehatan di wilayah timur Indonesia, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan tenaga spesialis, fasilitas, dan sistem rujukan.
Penunjukan tersebut mengemuka dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang digelar di Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Selasa (5/5/2026), melibatkan pemerintah daerah, rumah sakit pengampu nasional, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Direktur Utama RSUD Jayapura Dok II, Dr. Andreas Pekey, mengatakan peran pengampu regional bertujuan memastikan rumah sakit di Papua Selatan mampu mengembangkan layanan prioritas secara bertahap dan terarah.
“Pada prinsipnya, Papua Selatan ingin mengembangkan layanan kesehatan di rumah sakit mereka, terutama yang berkaitan dengan program prioritas Kementerian Kesehatan seperti KJSU kanker, jantung, stroke, dan uro-neurologi serta kesehatan ibu dan anak,” ujar Dr. Andreas.
Menurutnya, penguatan layanan tersebut tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan pendampingan yang sistematis.
“Karena itu perlu ada rumah sakit yang mengampu, mengawal, dan mendampingi. Kami di RSUD Dok II Jayapura dipercaya menjadi bagian dari pengampu regional untuk wilayah Indonesia Timur,” katanya.
Ia menegaskan, peran pengampu tidak hanya sebatas koordinasi administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan.
“Kami akan membantu dari sisi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, sistem layanan, hingga penguatan mutu pelayanan, khususnya untuk kesehatan ibu dan anak serta layanan prioritas lainnya,” jelasnya.
Selain itu, program ini juga melibatkan rumah sakit rujukan nasional yang akan memperkuat layanan spesialistik dan subspesialistik sesuai bidang masing-masing.
Rumah sakit yang terlibat antara lain RSK Dharmais, RSJPD Harapan Kita, RSPON Mahar Mardjono, RSCM, RSAB Harapan Kita, RS Persahabatan, RSPI Sulianti Saroso, RS Jantung Marzuki Mahdi, serta RSM Cicendo.
“Nanti rumah sakit pusat yang ada dalam daftar juga akan membackup sesuai bidang masing-masing. Jadi ini kerja bersama antara nasional dan regional,” tambahnya.
Ke depan, kerja sama ini akan dilanjutkan melalui kunjungan lapangan, pendampingan langsung, hingga penguatan sistem rujukan yang terintegrasi.
“Ke depan tentu akan ada kunjungan, pendampingan langsung, dan kerja sama berkelanjutan agar rumah sakit di Papua Selatan bisa berkembang dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkas Dr. Andreas.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap masyarakat di wilayah Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat tidak lagi harus dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik, sehingga waktu penanganan pasien bisa lebih cepat dan risiko dapat ditekan. (**)
Editor: Ronald