Peringati Nyepi, Pemprov Ajak Umat Hindu Jaga Persatuan dan Kesatuan

Tingkatkan terus rasa persatuan kita sesuai dengan tema yang diusung yakni Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi, satu keluarga, Nusantara harmoni Indonesia maju

Penari mengisi acara dalam acara nyepi (Foto: Humas)

Merauke – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mengajak seluruh umat Hindu di provinsi tersebut untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, serta kedamaian di wilayah Papua Selatan.


Ajakan itu disampaikan Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, di sela-sela kegiatan Dharma Santi sebagai puncak peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi tingkat Provinsi Papua Selatan.


Puncak perayaan Nyepi tersebut berlangsung di Pura Dhuta Dharma, Tanah Miring SP2, Kabupaten Merauke, Sabtu (11/4/2026).


Perayaan Nyepi tahun ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, diwarnai berbagai penampilan seni budaya seperti Tari Pendet, Gandrung, Pangkur Sagu, dan Tari Cenderawasih yang dibawakan para pemuda dan pemudi setempat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kapolres Merauke, serta unsur Forkopimda lainnya.


Dalam sambutannya, Guritno menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu di Papua Selatan.


“Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Semoga Hari Raya Nyepi Dharma Santi di Papua Selatan ini selalu membawa kedamaian bagi umat Hindu dan seluruh masyarakat di provinsi ini,” ujarnya.


Ia mengatakan, Hari Raya Nyepi merupakan momentum penting bagi umat Hindu sebagai hari pembersihan diri sekaligus pembersihan alam, sehingga nilai-nilai kedamaian dan cinta kasih diharapkan dapat terus terpancar dalam kehidupan bermasyarakat.


“Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengajak semua umat Hindu yang ada di provinsi ini untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga kedamaian sesuai dengan ajaran yang diterima oleh umat Hindu,” kata Guritno.


Menurutnya, Papua Selatan merupakan provinsi baru yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, sehingga seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.


Ia mengajak umat Hindu bersama umat beragama lainnya, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi memajukan provinsi yang baru terbentuk tersebut.


Lebih lanjut, Guritno menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen merangkul seluruh umat beragama dan memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.


“Hal tersebut hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk tetap menjaga toleransi beragama, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam perayaan Nyepi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis.


“Saya yakin umat Hindu sudah melaksanakan itu. Kita semua warga negara Indonesia, kalau mendengar perayaan-perayaan umat Hindu, secara pribadi saya merasakan bahwa ini adalah nostalgia bagi kita semua,” ujarnya.


“Leluhur sebelumnya, kebanyakan umat Hindu, oleh sebab itu, apa yang dirasakan umat Hindu hendaknya kita juga merasakannya di hati kita masing-masing,” katanya lagi.


Melalui momentum Dharma Santi Nyepi ini, Guritno berharap seluruh masyarakat terus menjaga sikap saling menghargai, saling menghormati antarumat beragama, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Papua Selatan.


Sehingga harmonisasi kehidupan bermasyarakat serta kekompakan dalam pembangunan daerah dapat berjalan sesuai harapan pemerintah dan masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu di Papua Selatan yang telah turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan daerah.


“Tingkatkan terus rasa persatuan kita sesuai dengan tema yang diusung yakni Vasudhaiva Kutumbakam, satu bumi, satu keluarga, Nusantara harmoni Indonesia maju,” ujarnya.


“Tema itu sangat penting dan sangat bagus karena itu hendaknya menjadi praktik kehidupan kita sehari-hari,” tambah Agustinus Joko Guritno. (**)

AGENDA
LINK TERKAIT