Program Rumah Layak Huni Pemprov Papua Selatan Jawab 940 Permohonan Warga

Pembangunan rumah ini bertujuan menyediakan hunian yang layak untuk masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat di wilayah Provinsi Papua Selatan

Penyerahan kunci secara simbolis (foto: Humas)

Merauke – Kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat Papua Selatan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dari 940 permohonan rumah yang diajukan warga, Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah membangun 64 unit rumah layak huni secara bertahap sejak 2023 hingga 2025.

Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah yang dipimpin Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo untuk memastikan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), memiliki tempat tinggal yang layak.

Penyerahan kunci rumah kepada perwakilan warga dilakukan langsung oleh Gubernur Apolo Safanpo di Gedung Negara Merauke, Jumat (13/3/2026).

Dalam sambutannya, Apolo Safanpo menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan program pembangunan rumah layak huni terus berjalan secara berkelanjutan.

“Pembangunan rumah layak huni ini dibangun sejak 2023 sampai 2025 dengan baik, sehingga hari ini kita akan serahkan kunci secara simbolis,” kata Apolo Safanpo.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang diatur melalui Peraturan Gubernur serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Provinsi Papua Selatan.

Program tersebut menyasar empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.

Kabupaten Merauke memperoleh 20 unit rumah, terdiri dari 10 unit pada 2023, lima unit pada 2024, dan lima unit pada 2025.

Kabupaten Boven Digoel mendapat 12 unit rumah, dengan rincian delapan unit dibangun pada 2024 dan lima unit pada 2025.

Kabupaten Mappi menerima 12 unit rumah, terdiri dari delapan unit pada 2024 dan empat unit pada 2025.

Sementara Kabupaten Asmat memperoleh 20 unit rumah, dengan 15 unit dibangun pada 2024 dan lima unit pada 2025.

Kepala Bidang Perumahan Dinas PUPR Provinsi Papua Selatan, Fransiskus Ciwe, menjelaskan bahwa khusus untuk tahun 2025 pembangunan rumah dilakukan sebanyak 19 unit dengan masa pekerjaan selama 105 hari kalender, dimulai pada 9 September dan selesai pada 2 Desember 2025.

Ia mengatakan program pembangunan rumah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak.

“Pembangunan rumah ini bertujuan menyediakan hunian yang layak untuk masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan masyarakat di wilayah Provinsi Papua Selatan,” kata Fransiskus.

Rumah yang dibangun merupakan rumah tipe 45 yang dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur serta kamar mandi. (Tom)

AGENDA
LINK TERKAIT