
Riset yang dilakukan lebih pada mengkaji potensi-potensi sumber daya alam dan ekonomi di wilayah Provinsi Papua Selatan
Gubernur bersama salah satu peserta ekspedisi patriot (Foto: Humas)
Merauke, Selasa (2/12/2025) – Upaya mengangkat potensi sumber daya alam Papua Selatan mendapat dorongan baru setelah Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi merampungkan riset tiga bulan di kawasan Salor dan Muting. Hasil penelitian yang melibatkan enam perguruan tinggi nasional ini disebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan wilayah dan ekonomi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat menutup Lokakarya Tim Ekspedisi Patriot di Aula Universitas Musamus Merauke.
“Kegiatan ini sangat berguna dan bermanfaat bagi pengembangan sumber daya alam kami ke depan. Mudah-mudahan apa yang sudah dihasilkan oleh tim ekspedisi patriot ini akan kami manfaatkan,” ujarnya.
Hasil riset tersebut mencakup evaluasi kawasan transmigrasi, pemetaan potensi SDA, hingga desain teknologi tepat guna bagi kawasan transmigrasi. Gubernur menilai rekomendasi yang disampaikan mampu memberikan gambaran lebih terukur dalam menata pembangunan wilayah.
Sebanyak 75 mahasiswa dan dosen dari Universitas Indonesia, ITB, UGM, IPB, ITS, dan Unpad terlibat dalam kegiatan ini. Selama di Merauke, mereka berkolaborasi dengan Universitas Musamus (Unmus) untuk meneliti potensi pertanian, perikanan, hingga peluang ekonomi masyarakat di Papua Selatan.
“Riset yang dilakukan lebih pada mengkaji potensi-potensi sumber daya alam dan ekonomi di wilayah Provinsi Papua Selatan,” demikian penjelasan dari laporan kegiatan tim.
Rekomendasi lengkap telah dipaparkan dalam lokakarya dan menjadi bahan dasar untuk pengembangan kawasan Salor dan Muting pada tahap berikutnya. (LBS)
Editor: Ronald