
Laporan pertanggungjawaban jangan ditunda. Kalau laporan masuk cepat, hibah tahun berikutnya bisa kita masukkan di APBD Induk sehingga bisa cair lebih awal
Foto bersama (Foto: humas)
Merauke, 28 November 2025 — Akses pendidikan di Papua Selatan dipastikan tetap berjalan meski APBD provinsi mengalami efisiensi besar. Pemerintah Provinsi Papua Selatan resmi menyalurkan hibah pendidikan senilai Rp 30,902 miliar kepada 37 lembaga, terdiri dari sekolah, yayasan keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi mahasiswa, dan perguruan tinggi.
Penyerahan hibah dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan di Merauke, Jumat (28/11/2025), berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 420/328 Tahun 2025.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sistem pendidikan yang selama ini banyak dikelola lembaga keagamaan dan swadaya masyarakat. “Kita ingin memastikan pembangunan di bidang pendidikan berjalan bersama-sama. Karena itu hibah ini tetap kita salurkan meskipun anggaran kita berkurang,” ujarnya.
Dari total anggaran tersebut, penerima hibah tersebar di empat kabupaten. Pemerintah memberikan dukungan mulai dari tingkat PAUD, pendidikan dasar, menengah, sekolah keagamaan, hingga perguruan tinggi. Lembaga bimbingan belajar, organisasi kemahasiswaan, hingga asrama pelajar juga termasuk penerima bantuan.
Gubernur menekankan agar hibah digunakan tepat sasaran dan dilaporkan tepat waktu. “Laporan pertanggungjawaban jangan ditunda. Kalau laporan masuk cepat, hibah tahun berikutnya bisa kita masukkan di APBD Induk sehingga bisa cair lebih awal,” tegasnya.
Hibah ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah mendukung sektor pendidikan di tengah penyesuaian fiskal. Tahun 2026, APBD Papua Selatan diperkirakan kembali mengalami penurunan, namun dukungan pendidikan tetap akan diprioritaskan. (LBS)
Editor: RR