
Kehadiran Sekda Papua Selatan dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan berbasis aspirasi masyarakat. Papua Selatan sebagai provinsi baru diharapkan menjadi bagian aktif dari upaya besar mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua.
Sekda PPS bersama Gubernur Papua (Foto: Irvan LKKJ)
Jayapura — Kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus, dalam kegiatan ramah tamah antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua di Jayapura menjadi simbol keterlibatan aktif Papua Selatan dalam agenda nasional pembangunan dan stabilitas kawasan timur Indonesia.
Acara yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Kepala BIN Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., serta Gubernur Papua Komjen Pol (P) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., ini menjadi ruang penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah di Tanah Papua.
Kehadiran Sekda Papua Selatan dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan berbasis aspirasi masyarakat. Papua Selatan—sebagai provinsi baru—diharapkan menjadi bagian aktif dari upaya besar mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengapresiasi semangat generasi muda Papua yang terus menunjukkan kreativitas dan optimisme. Ia menyebut anak-anak muda sebagai “Generasi Emas Papua 45” yang akan menjadi penggerak kemajuan di masa depan.
Sementara Menko Polhukam Djamari Chaniago menegaskan bahwa pemerintah pusat akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang diterima selama kunjungan ini, sekaligus memastikan arah pembangunan Papua berjalan seimbang di seluruh wilayahnya.
Momentum ini juga menandai eratnya hubungan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Papua Selatan, dalam menjaga keutuhan dan kemajuan Tanah Papua secara menyeluruh. (**)