
Bupati menjelaskan, sebagian besar siswa yang belum lulus dipengaruhi faktor non-akademik seperti ketidakhadiran, kondisi kesehatan, serta faktor keluarga.
Kerusakan jembatan ini tidak hanya memutus akses transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan warga. Aktivitas ekonomi terhenti karena distribusi hasil kebun dan kebutuhan sehari-hari tidak dapat berjalan normal.
Fokus berikutnya adalah peningkatan kualitas tenaga pengajar. Ia menekankan pentingnya guru terus memperbarui ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan agar tidak tertinggal.
Heribertus Silfinus Silubun, menyampaikan bahwa terdapat delapan agenda utama yang dibahas bersama pemerintah daerah, sekaligus meminta pandangan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.
Pada prinsipnya akan ditindaklanjuti, hanya saja karena keterbatasan anggaran, maka dilakukan bertahap mana yang didahulukan dan mana yang berikutnya
“Jika BPK sudah menyelesaikan pemeriksaan terperinci maka satu minggu setelah penandatanganan berita acara dan RAP maka sudah bisa diusulkan untuk APBD perubahan,” tambahnya.