Unmus dan PT BIA Tanam 2.000 Mangrove, Mangrove Education Center Hadir di Pantai Payum

Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi bentuk kerja sama yang berkelanjutan bersama masyarakat

Foto bersama peresmian mangrove centre dan penanaman di pantai Payum (Foto: IPS)

MERAUKE – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Musamus (Unmus) bekerja sama dengan PT BIA melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Payum, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mangrove Education Centre yang tidak hanya diarahkan pada upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan kawasan pesisir, tetapi juga sebagai ruang edukasi, penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

Presiden Direktur PT BIA, Kong Byeong Sun, mengatakan program penanaman mangrove telah dilaksanakan sejak tahun 2024 dan terus dilanjutkan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan serta masyarakat di kawasan pesisir.

“Hari ini kita kembali bersama di Pantai Payum untuk menanam 2.000 bibit mangrove,” kata Kong Byeong Sun dalam sambutannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi antara perusahaan, akademisi, pemerintah dan masyarakat.

Ia berharap penanaman mangrove tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi program bersama yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi bentuk kerja sama yang berkelanjutan bersama masyarakat,” ujarnya.

Kong Byeong Sun juga berharap ribuan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, menjaga ekosistem pesisir serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Musamus, Thobias Nggaruwaka, yang hadir mewakili Rektor Unmus, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara PT BIA dan Universitas Musamus.

Menurut Thobias, penanaman 2.000 mangrove merupakan langkah positif dalam menjaga dan melestarikan kawasan Pantai Payum yang memiliki kerawanan terhadap abrasi.

“Ini merupakan satu kegiatan yang positif dalam rangka kita melindungi, mempertahankan dan juga bagian dari konservasi. Karena kita menyadari bahwa Pantai Payum dan sekitarnya rawan sekali dengan abrasi,” katanya.

Ia menegaskan, melalui penanaman 2.000 mangrove tersebut, seluruh pihak menunjukkan keterlibatan nyata dalam merawat dan melindungi kawasan pesisir.

“Dengan menanam 2.000 pohon mangrove hari ini, kita mau menyatakan bahwa kita semua ambil bagian dalam merawat dan melindungi kawasan Pantai Payum,” ujarnya.

Thobias mengatakan kerja sama PT BIA dan Universitas Musamus melalui FKIP juga tidak berhenti pada aktivitas penanaman. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi bagi anak-anak dan masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan hadirnya Mangrove Education Center yang diproyeksikan sebagai ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat, khususnya anak-anak di sekitar Pantai Payum.

Ketua Panitia, Fredi, menjelaskan Mangrove Education Center dirancang sebagai pusat edukasi, konservasi, penelitian dan pemberdayaan masyarakat.

Selain memberikan pengetahuan mengenai mangrove dan lingkungan, pusat edukasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang belajar bagi anak-anak, terutama dalam penguatan kemampuan membaca, menulis dan berhitung dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran.

“Lingkungan Pantai Payum diharapkan dapat menjadi ruang belajar terbuka. Anak-anak dapat belajar membaca, menulis dan berhitung dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam sejak dini,” jelasnya.

Bagi Universitas Musamus, lanjut Fredi, Mangrove Education Center juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan inovasi.

Ia menegaskan penanaman mangrove bukan merupakan akhir dari program tersebut. Keberhasilannya sangat bergantung pada pemeliharaan, monitoring, edukasi serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan penanaman 2.000 mangrove tersebut turut melibatkan unsur Universitas Musamus, PT BIA, pemerintah, dosen, mahasiswa, mitra kerja serta masyarakat kawasan Pantai Payum. (**)


AGENDA
LINK TERKAIT