
Menurutnya, ada dua bekal utama yang harus dipersiapkan.
Apolo Safanpo berikan sambutan (Foto: IPS)
Makarti Jaya, Distrik Jagebob – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, warga Kampung Makarti Jaya diajak menyiapkan diri secara utuh, lahir dan batin. Pesan itu disampaikan Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., dalam kegiatan Pengajian Al-Hidayah di Distrik Jagebob, Sabtu (15/2/2026).
Di hadapan jamaah, Apolo membuka sambutannya dengan ajakan bersyukur. “Puji dan syukur, marilah kita senantiasa panjatkan kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena kita semua diberi kesehatan, diberi kekuatan dan pada pagi hingga siang hari ini kita semua diperkenankan bisa hadir dalam pengajian Al-Hidayah di Distrik Jagebob, Kampung Makarti ini dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Papua Selatan, ia menyampaikan ucapan selamat memasuki Ramadan. “Selamat memasuki bulan suci Ramadan, selamat menyiapkan diri mari kita sama-sama menyiapkan diri untuk memasuki bulan suci Ramadan.”
Menurutnya, ada dua bekal utama yang harus dipersiapkan. “Ada dua hal yang perlu kita persiapkan sebagai bekal selama melaksanakannya. Yang pertama adalah persiapan fisik dan yang kedua adalah persiapan spiritual.”
Persiapan fisik, kata dia, dimulai dari menjaga kesehatan dan kebersihan.
“Persiapan fisik itu kita menjaga kesehatan hidup kita supaya nanti mampu melaksanakan dan menunaikan ibadah puasa secara maksimal, lengkap, satu bulan penuh. Selain menjaga kesehatan tubuh, juga menjaga kebersihan di dalam rumah kita, kebersihan di lingkungan kita, kebersihan di tempat tinggal kita supaya anak-anak kita, keluarga kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dalam keadaan sehat.”
Sementara secara spiritual, Ramadan menjadi momentum introspeksi diri. “Kita melakukan introspeksi, refleksi diri kita masing-masing. Jangan introspeksi orang lain. Lihat ke dalam hal-hal apa yang kurang dari diri kita, kita maksimalkan di bulan suci Ramadan.”
Ia juga mengingatkan agar kebiasaan buruk ditinggalkan.
“Kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering kita lakukan, seperti duduk, menceritakan orang lain, merumpi dan lain-lain, menyebar berita-berita yang tidak benar, hoax, iri hati, dendam, dengki, semuanya kita tanggalkan supaya kita layak dan pantas menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadan.”
Apolo menegaskan pemerintah akan terus bersinergi dengan lembaga keagamaan.
“Pemerintah tetap berkomitmen untuk bekerjasama, berkolaborasi dengan semua lembaga-lembaga keagamaan dalam melaksanakan kewajiban agamanya. Pemerintah juga turut serta mendukung dan membantu sesuai dengan kemampuan pemerintah di berbagai level jenjang hirarki pemerintahan, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, sampai ke tingkat distrik, dan kampung.”
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan paket sembako kepada masyarakat serta dukungan anggaran untuk masjid setempat sebagai bagian dari perhatian pemerintah menjelang Ramadan.
Kegiatan pengajian ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membersihkan hati, memperbaiki diri, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(LS)